Kemenhub Minta Maskapai Perbanyak Buka Rute Internasional demi Investasi

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendukung peningkatan investasi di beberapa wilayah di Indonesia.Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuka rute penerbangan baik domestik hingga internasional.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti mengaku, demi mempercepat masuknya investasi, pihaknya mendorong maskapai untuk lebih banyak membuka rute penerbangan internasional.

Ia mencontohkan, baru baru ini, Lion Group melalui Thai Lion Air telah membuka rute baru internasional LCC (Low Cost Carrier) dengan rute Bangkok-Jakarta pergi pulang.

Dengan penambahan tersebut, saat ini maskapai Thai Lions Air telah beroperasi pada beberapa rite internasional, di antaranya rute DMK (Bandara Don Muang Tahiland) – CGK dengan frekuensi 21 kali per minggu dan DMK – DPS dengan frekuensi 7 kali per minggu.

“Saya menyambut baik atas bertambahnya penerbangan yang dilakukan oleh Thai Lion Air, sebagai sarana dan upaya untuk mendukung kemajuan industri penerbangan nasional yang masih memiliki banyak potensi untuk berkembang,” ujar Polana, Sabtu (29/12/2018).

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Laut Terbaru

Polana menuturkan, dengan dibukanya rute baru ini, akan memberikan dampak positif yang akan menambah kontribusi bagi perkembangan perekonomian nasional secara umum dan diharapkan sektor riil dan non riil lainnya akan diuntungkan dengan kehadiran rute-rute tersebut.

Polana juga mengingatkan dalam beroperasi, maskapai wajib mengikuti ketentuan dan standarisasi keselamatan penerbangan.

“Saya mengingatkan seluruh maskapai untuk wajib mengikuti standar keselamatan dan keamanan internasional dalam mengoperasikan rute rute dimaksud, hal tersebut pastinya prioritas dan tidak boleh ditawar tawar,” ucap Polana.

Guna menjamin kenyamanan bagi pengguna jasa penerbangan, Polana meminta agar seluruh maskapai dapat mengimplementasikan ketentuan yang berlaku agar pengguna jasa penerbangan merasa nyaman.

“Saya juga minta seluruh maskapai menjalankan kewajibannya dan menghormati hak konsumen pengguna jasa penerbangan sebagaimana peraturan perundang-undangan,” tegas dia.

“Untuk maskapai yang ditemui non compliance terhadap standar-standar penerbangan nasional yang telah ditetapkan, kami akan tindak sesuai PM Nomor 78 tahun 2017 terkait pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Penerbangan,” Polana menambahkan.

Penerbangan Rute Baru Australia Utara-Bali Siap Beroperasi 2019

Sebelumnya, maskapai Virgin Australia akan mulai membuka layanan penerbangan dengan rute Darwin – Bali. Diperkirakan layanan baru ini dapat menurunkan harga tiket pesawat bagi wisawatan yang hendak mengambil rute yang cukup popular untuk liburan tersebut.

Layanan yang sifatnya musiman ini akan mulai beroperasi pada April 2019, dengan frekuensi tiga kali sepekan sampai Oktober 2019.

Baca Juga : Jadwal Kapal Laut Terbaru

Pengumuman ini terjadi setahun setelah maskapai penerbangan AirAsia mengurangi rute penerbangan akibat restrukturisasi perusahaan serta kerugian yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi di Gunung Agung.

Kini hanya Jetstar yang menjadi operator tunggal yang melayani rute Darwin – Bali.

Direktur eksekutif Bandara Australia Utara, Ian Kew mengatakan persaingan Virgin Air dengan Jetstar diharapkan bisa menurunkan harga tiket pesawat.

“Kami percaya layanan baru Virgin akan memiliki dampak kompetitif pada tiket pesawat dan kami berharap harganya akan turun setelah Virgin memulai layanan dari sebelumnya,” kata Ian.

Direktur eksekutif Bandara Australia Utara, Ian Kew yakin, rute baru dapat membuka pasar untuk wisatawan internasional, setelah data terbaru menunjukkan jumlah pengunjung ke Kawasan Australia Utara merosot tajam dibandingkan ke tempat lainnya di Australia.

“Orang-orang yang berada di Bali dapat memperpanjang liburan Eropa mereka ke Australia Utara, juga ada pasar ekspatriat yang besar di Bali yang kami rasa butuh keluar sejenak dengan penerbangan dua setengah jam lagi ke kawasan Kakadu dan Australia Utara,” katanya.

Diharapkan layanan yang tersedia di musim liburan ini akan jadi layanan tetap dan beroperasi sepanjang tahun.

Menteri Pariwisata Kawasan Australia Utara, Lauren Moss yakin akan ada cukup permintaan untuk layanan baru. Ia juga mengatakan Pemerintah tidak mensubsidi operator.

“Kami akan memulai pemasaran kooperatif dengan mitra maskapai penerbangan dan agen perjalanan … untuk mempromosikan rute ini,” kata Lauren.

Empat bulan setelah penerbangan langsung dari Kawasan Australia Utara ke China diluncurkan, statistik Pemerintah Australia Federal mengungkapkan penerbangan tersebut tidak sampai setengahnya terisi. Hal ini menuai kritik bagi pemerintah yang telah melebih-lebihkan soal layanan penerbangan langsung.

Penerbangan dari Darwin ke Kuala Lumpur dan Manila juga dihapuskan beberapa tahun terakhir.

Sumber : Liputan6.com