Pilihan Rute Penerbangan ke Labuan Bajo Kini Makin Banyak

Jakarta – Merupakan satu dari 10 destinasi prioritas Kementerian Pariwisata, Labuan Bajo makin giat berbenah. Salah satunya dengan menambah rute penerbangan menuju kota transit ke Pulau Komodo.

Shana Fatina, PIC Labuan Bajo Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, menyatakan ada tiga maskapai yang membuka rute penerbangan langsung dari Jakarta ke kota paling barat di Kabupaten Manggarai Barat itu. Ketiganya adalah Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air.

Selain dari Jakarta, penerbangan langsung ke Labuan Bajo juga tersedia dari Denpasar, Bali. Tiga maskapai menyediakan rute Denpasar-Labuan Bajo, yaitu Nam Air, Wings Air, dan Garuda Indonesia. Wings Air juga membuka penerbangan langsung ke Labuan Bajo dari dua kota lain, yakni Surabaya dan Lombok.

“Mungkin dengan semakin banyaknya maskapai yang membuka penerbangan ke Labuan Bajo, harga tiket untuk wisatawan dalam negeri terutama bisa semakin terjangkau,” kata Shana saat ditemui dalam acara Ada Labuan Bajo di Car Free Day, Jakarta, Minggu, 25 November 2018.

Menurut Shana, tiket penerbangan ke Labuan Bajo-Jakarta pp saat ini berkisar Rp 3-5 juta. Harga tiket yang dinilai sebagian wisata lokal relatif mahal itu berdampak pada tingkat kunjungan turis domestik.

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Komodo, selama Januari-Juni 2018, arus kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK) mencapai sekitar 80.598 orang. Angkanya masih didominasi wisatawan asing yang mencapai 47.987 orang, sedangkan jumlah kunjungan wisatawan domestik sebanyak 32.611 orang.

Pilihan Akomodasi

Tak hanya rute penerbangan yang makin banyak, pilihan akomodasi di Labuan Bajo juga makin beragam. Shana mengungkap, jumlah hotel yang tersedia saat ini mencapai 2.200 kamar. Bahkan, hotel bintang lima sudah berdiri di sana. “Ada Ayana,” ujarnya.

Namun, bagi para backpacker, sejumlah penginapan dengan harga terjangkau dalam berbagai fasilitas standar pun tersedia. Apalagi, pariwisata di Labuan Bajo memang dirintis dengan tipe trip on a budget. “Ada kamar yang bunk bed, hostel, kamar dengan fan, sharing kamar mandi, semua ada di sana,” imbuh Shana.

Selain di darat, pengunjung juga bisa tinggal di kapal sembari menunggu waktu berkunjung ke Pulau Komodo. Tersedia sekitar 500 kapal dengan spesifikasi kapal kecil hingga yacht.

“Untuk mendukung pariwisata di Labuan Bajo, jika sebelumnya paling tinggi adalah lulusan SMA, sekarang di sana sudah ada Politeknik Pariwisata dengan angkatan pertama sebanyak 33 orang,” katanya.

Sumber : Liputan6.com